Rabu, 23 Oktober 2013
Alif Washal Yang Agak Membingungkan (Bagian Kelima): Nun Wiqoyah
Mari kita perhatikan gambar di bawah ini.
Gambar di atas adalah QS Maryam 19:61. Pada bagian yang saya beri kotak merah terlihat perbedaan antara mushaf cetakan timur tengah dengan cetakan Indonesia. Pada mushaf cetakan timur tengah huruf nun berharakat tanwin-kasroh diikuti huruf alif washal, sedangkan pada cetakan Indonesia huruf nun berharakat kasroh saja (tanpa tanwin) diikuti huruf alif dengan huruf nun kecil berharakat kasroh di bawahnya. Huruf nun kecil itulah yang disebut "nun wiqoyah".
Label:
Al-Qur'an
Minggu, 06 Oktober 2013
Alif Washal Yang Agak Membingungkan (Bagian Keempat): Pengecualian
Fi'il atau kata kerja dalam bahasa arab hampir semuanya berasal dari tiga huruf. Kata ٱرْكُضْ berasal dari رَكَضَ, kata ٱقْتُلُوا۟ berasal dari قَتَلَ, kata ٱسْتُهْزِئَ berasal dari هَزَأَ dan seterusnya. Dalam pelajaran bahasa arab, ketiga huruf ini dibuat pola dengan huruf fa'-'ain-lam ف -ع - ل. Dari tiga huruf ini, suatu kata bisa berubah-ubah bentuknya tergantung jenis katanya dan pelakunya menurut suatu pola, yang dalam bahasa arab disebut wazan, tertentu. Misalnya pola/wazan فَعَلَ - يَفْعِلُ - اِفْعِلْ. Kata فَعَلَ adalah bentuk kata kerja waktau lampau (fi'il madhi), kata يَفْعِلُ adalah kata kerja waktu sekarang atau akan datang (fi'il mudhori'), sedangkan kata اِفْعِلْ adalah kata kerja perintah (fi'il amar) dan huruf alif di awal kata adalah alif washal (di mushaf Al-Qur'an cetakan timur tengah ditulis dengan ٱ tanpa tanda kasroh). Kata perintah اِفْعِلْ adalah perintah untuk 1 orang laki-laki. Bila yang diperintah adalah banyak orang, lebih dari 2 orang laki-laki, maka bentuknya berubah menjadi اِفْعِلُوا. Dengan wazan ini kita bisa mengubah bentuk (biasa disebut dengan mentashrif) kata رَجَعَ menjadi bentuk lainnya. Pada kata رَجَعَ huruf pertama, biasa disebut fa' fi'il, adalah ro (ر); huruf kedua, biasa disebut 'ain fi'il, adalah jim (ج); huruf ketiga, biasa disebut lam fi'il, adalah 'ain (ع). Dengan menggunakan wazan فَعَلَ - يَفْعِلُ - اِفْعِلْ kita bisa mengubah kata رَجَعَ yang merupakan bentuk fi'il madhi menjadi يَرْجِعُ untuk fi'il mudhori'nya, dan اِرْجِعْ untuk fi'il amarnya. Sedangkan fi'il amar untuk lebih dari 2 orang laki-laki adalah اِرْجِعُوا.
Label:
Al-Qur'an
Senin, 12 Agustus 2013
Alif Washal Yang Agak Membingungkan (Bagian Ketiga)
Huruf alif berbeda dengan huruf hamzah. Huruf alif tidak pernah menerima harakat, karena itu tidak pernah dilafalkan. Biasanya huruf alif hanya berfungsi sebagai tanda panjang (mad). Sedangkan yang bisa dilafalkan adalah huruf hamzah. Karena itu, istilah yang tepat sebenarnya bukan alif washal, tetapi hamzah washal, karena terkadang dilafalkan terkadang tidak.
Lawan dari hamzah washal adalah hamzah qatha'. Di mushaf Al-Qur'an cetakan timur tengah, hamzah washal dilambangkan dengan tanda kepala huruf shad di atas huruf alif, sedangkan hamzah qatha' dilambangkan dengan kepala huruf ain seperti gambar di bawah ini.
Label:
Al-Qur'an
Selasa, 06 Agustus 2013
8 Agustus 2013 M Bukan 1 Syawal 1434 H Yang Sebenarnya?
Kalender resmi pemerintah Indonesia menunjukkan bahwa Idul Fitri 1 Syawal 1434 H bertepatan dengan 8 Agustus 2013 M, walau pun kepastiannya akan diputuskan pada saat sidang itsbat tanggal 7 Agustus 2013. Ormas Muhammadiyah dan Persis malah sudah memastikan 1 Syawal 1434 H bertepatan dengan 8 Agustus 2013 M. Tetapi kenapa saya memberi judul tulisan ini "bukan yang sebenarnya"?
Sebagaimana sidang itsbat penetapan 1 Syawal 1434 H yang akan dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2013, memang begitulah bahwa penetapan 1 Syawal 1434 H tergantung pada penampakan hilal pada saat matahari terbenam tanggal 7 Agustus 2013. Bila hilal terlihat maka keesokan harinya, kamis 8 Agustus 2013 adalah 1 Syawal 1434. Bila tidak terlihat, maka 1 Syawal 1434 jatuh pada hari jum'at 9 Agustus 2013. Bagaimana peta penampakan hilal pada saat maghrib tanggal 7 Agustus 2013 nanti?
Salah satu software yang bisa menampilkan penampakan hilal (crescent visibility) awal bulan hijriyah adalah Accurate Times yang bisa diunduh dari http://www.icoproject.org/accut.html?&l=en. Untuk penampakan hilal awal bulan Syawal 1434 H, peta penampakan hilal saat maghrib tanggal 7 Agustus 2013 M hasilnya di bawah ini.
Sebagaimana sidang itsbat penetapan 1 Syawal 1434 H yang akan dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2013, memang begitulah bahwa penetapan 1 Syawal 1434 H tergantung pada penampakan hilal pada saat matahari terbenam tanggal 7 Agustus 2013. Bila hilal terlihat maka keesokan harinya, kamis 8 Agustus 2013 adalah 1 Syawal 1434. Bila tidak terlihat, maka 1 Syawal 1434 jatuh pada hari jum'at 9 Agustus 2013. Bagaimana peta penampakan hilal pada saat maghrib tanggal 7 Agustus 2013 nanti?
Salah satu software yang bisa menampilkan penampakan hilal (crescent visibility) awal bulan hijriyah adalah Accurate Times yang bisa diunduh dari http://www.icoproject.org/accut.html?&l=en. Untuk penampakan hilal awal bulan Syawal 1434 H, peta penampakan hilal saat maghrib tanggal 7 Agustus 2013 M hasilnya di bawah ini.
Label:
Falak
Sabtu, 20 Juli 2013
QuranFlash Tajwid Versi Mushaf Cetakan Indonesia
Di internet banyak tersedia software Al-Qur'an yang bisa diunduh dengan gratis. Salah satunya yang cukup menarik bagi saya adalah quranflash yang bisa diunduh di http://v2.quranflash.com/en/download/index.html. Sebagaimana namanya, software ini menampilkan mushaf Al-Qur'an tajwid dalam bentuk flash di komputer kita yang sangat mudah digunakan.
Namun sayangnya, mushaf Al-Qur'an tajwid yang ditampilkan quranflash menggunakan standar penulisan mushaf Al-Qur'an cetakan Timur Tengah yang kurang familiar bagi sebagian umat Islam Indonesia. Karena itu, saya mencoba mengganti isinya dengan tulisan dari software Al-Kalam Al-Qur'an Tajwid Digital versi 1.0 yang dibuat oleh Penerbit Diponegoro Bandung. Inforrmasi lebih lengkap tentang software Al-Kalam Al-Qur'an Tajwid Digital bisa dilihat di http://www.penerbitdiponegoro.com/bookdetails.asp?b=73.
Namun sayangnya, mushaf Al-Qur'an tajwid yang ditampilkan quranflash menggunakan standar penulisan mushaf Al-Qur'an cetakan Timur Tengah yang kurang familiar bagi sebagian umat Islam Indonesia. Karena itu, saya mencoba mengganti isinya dengan tulisan dari software Al-Kalam Al-Qur'an Tajwid Digital versi 1.0 yang dibuat oleh Penerbit Diponegoro Bandung. Inforrmasi lebih lengkap tentang software Al-Kalam Al-Qur'an Tajwid Digital bisa dilihat di http://www.penerbitdiponegoro.com/bookdetails.asp?b=73.
Sabtu, 13 Juli 2013
Alif Washal Yang Agak Membingungkan (Bagian Kedua)
Metode pertama untuk membaca alif washal, yaitu cara paling mudah, adalah dengan mewashalkannya. Maksudnya, cara paling mudah adalah dengan tidak melafalkan huruf alif tersebut dengan jalan menyambung dengan bacaan sebelumnya. Misalnya alif washal di awal ayat 6 surah Al-Fatihah. Kalau diwashalkan dengan ayat sebelumnya (ayat 5) maka bacaannya adalah "iy-yaa-ka-na'-bu-du-wa-iy-yaa-ka-nas-ta-'ii-nuh-di-nash-shi-raa-thal-mus-ta-qiim". Demikian juga alif washal di awal QS Al-Baqarah 2:27, bila diwashalkan dengan ayat 26 maka dibaca "... il-lal-faa-si-qii-nal-la-dzi-na-yan-qu-dhuu-na ...".
Metode pertama ini adalah cara paling ampuh apabila kita menemukan huruf alif dengan tanda cacing diatasnya tetapi tidak tahu cara membacanya. Tapi cara pertama ini menuntut kita pandai-pandai memilih tempat berhenti ketika membaca Al-Qur'an agar tidak memulai bacaan pada huruf alif washal, kalau tidak maka kita akan kehabisan nafas sebelum berhenti di tempat yang tepat.
Metode kedua yang lumayan mudah adalah menggunakan mushaf Al-Qur'an cetakan Indonesia. Di Indonesia mushaf Al-Qur'an yang beredar kebanyakan adalah cetakan dalam negeri. Wajar memang, karena kalau cetakan timur tengah kan barang impor, jadi harganya mahal. Kalau kita sandingkan mushaf Al-Qur'an cetakan Indonesia dengan cetakan timur tengah, biasanya cetakan Indonesia tulisannya lebih jelek. Ada juga cetakan Indonesia yang tulisannya bagus, tapi harganya juga mahal. Tetapi, yang paling penting dari perbedaan mushaf Al-Qur'an cetakan Indonesia dengan cetakan timur tengah adalah pada tanda bacanya, baik harakat maupun tanda waqaf. Saya tidak akan membahas panjang lebar disini, tapi terkait alif washal, perbedaan paling penting adalah bahwa di mushaf Al-Qur'an cetakan Indonesia kita tidak akan menemukan tanda cacing di atas huruf alif yang menandakan itu alif washal. Selain itu, di cetakan Indonesia sering kita jumpai tanda waqaf di akhir ayat, sementara di cetakan timur tengah tidak pernah ada. Tanda waqaf di akhir ayat ini ternyata sangat membantu kita dalam membaca alif washal.
Metode pertama ini adalah cara paling ampuh apabila kita menemukan huruf alif dengan tanda cacing diatasnya tetapi tidak tahu cara membacanya. Tapi cara pertama ini menuntut kita pandai-pandai memilih tempat berhenti ketika membaca Al-Qur'an agar tidak memulai bacaan pada huruf alif washal, kalau tidak maka kita akan kehabisan nafas sebelum berhenti di tempat yang tepat.
Metode kedua yang lumayan mudah adalah menggunakan mushaf Al-Qur'an cetakan Indonesia. Di Indonesia mushaf Al-Qur'an yang beredar kebanyakan adalah cetakan dalam negeri. Wajar memang, karena kalau cetakan timur tengah kan barang impor, jadi harganya mahal. Kalau kita sandingkan mushaf Al-Qur'an cetakan Indonesia dengan cetakan timur tengah, biasanya cetakan Indonesia tulisannya lebih jelek. Ada juga cetakan Indonesia yang tulisannya bagus, tapi harganya juga mahal. Tetapi, yang paling penting dari perbedaan mushaf Al-Qur'an cetakan Indonesia dengan cetakan timur tengah adalah pada tanda bacanya, baik harakat maupun tanda waqaf. Saya tidak akan membahas panjang lebar disini, tapi terkait alif washal, perbedaan paling penting adalah bahwa di mushaf Al-Qur'an cetakan Indonesia kita tidak akan menemukan tanda cacing di atas huruf alif yang menandakan itu alif washal. Selain itu, di cetakan Indonesia sering kita jumpai tanda waqaf di akhir ayat, sementara di cetakan timur tengah tidak pernah ada. Tanda waqaf di akhir ayat ini ternyata sangat membantu kita dalam membaca alif washal.
Label:
Al-Qur'an
Kamis, 11 Juli 2013
Alif Washal Yang Agak Membingungkan (Bagian Pertama)
Alif washal sering disebut dengan hamzah washal. Kita biasa mengenal huruf hamzah berupa kepala huruf 'ain. Karena di dalam hamzah washal tidak ada gambar huruf hamzah seperti yang biasa kita kenal, agar tidak bingung kita pakai saja istilah alif washal. Tanpa banyak teori, kita lihat saja tulisan Al-Qur'an surah Al-Fatihah yang saya ambil dari mushaf cetakan timur tengah di bawah ini.
Label:
Al-Qur'an
Rabu, 10 Juli 2013
Untuk Pertama Kalinya Awal Ramadhan Arab Saudi Sama Dengan Pemerintah Indonesia Tetapi Berbeda Dengan Muhammadiyah
Sudah lama tidak ngeblog nih. Mengetahui perbedaan penetapan awal Ramadhan sudah biasa. Tetapi kali ini tidak biasanya. Kalau penetapan awal Ramadhan, Syawal atau Dzulhijjah berbeda antara pemerintah Indonesia dengan Muhammadiyah, biasanya penetapan pemerintah Arab Saudi sama dengan Muhammadiyah. Tetapi bulan ini, Ramadhan 1434 H, penetapan awal Ramadhan pemerintah Arab Saudi sama dengan pemerintah Indonesia tetapi berbeda dengan Muhammadiyah.
Sebagaimana kita ketahui bersama, pemerintah Indonesia menetapkan awal Ramadhan 1434 H bertepatan dengan hari rabu 10 Juli 2013, sedangkan Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan 1434 H bertepatan dengan hari selasa 9 Juli 2013. Ternyata, pemerintah Arab Saudi juga menetapkan awal Ramadhan 1434 H bertepatan dengan hari rabu 10 Juli 2013, sama dengan pemerintah Indonesia, di antaranya dimuat di berita detik ini: Mesir dan Arab Saudi Tetapkan Awal Ramadan 10 Juli
Sebagaimana kita ketahui bersama, pemerintah Indonesia menetapkan awal Ramadhan 1434 H bertepatan dengan hari rabu 10 Juli 2013, sedangkan Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan 1434 H bertepatan dengan hari selasa 9 Juli 2013. Ternyata, pemerintah Arab Saudi juga menetapkan awal Ramadhan 1434 H bertepatan dengan hari rabu 10 Juli 2013, sama dengan pemerintah Indonesia, di antaranya dimuat di berita detik ini: Mesir dan Arab Saudi Tetapkan Awal Ramadan 10 Juli
Label:
Falak
Senin, 05 September 2011
10 Versi Penetapan Idul Fitri 1432
Idul Fitri 1 Syawal 1432 H telah beberapa hari berlalu, tetapi diskusi mengapa terjadi perbedaan penetapannya di berbagai belahan dunia masih banyak menghiasi dunia maya. Saya mencoba mengumpulkan setidaknya ada 10 versi penetapan Idul Fitri 1432 H di dunia maupun di Indonesia.
1. Versi Imkanur Rukyat Internasional
Imkanur rukyat adalah kriteria hisab yang bisa menghubungkan hisab dengan rukyat. Dengan hisab, fase bulan baru (new moon) yaitu saat konjungsi/ijtima' bumi-bulan-matahari bisa dengan mudah diketahui kapan terjadinya. Pada saat konjungsi, bulan berada pada fase paling gelap, sehingga disebut juga bulan mati. Setelah konjungsi, matahari yang bergerak lebih cepat dari bulan akan memunculkan bulan sabit pertama (hilal). Pada saat matahari terbenam setelah konjungsi itulah dilakukan pengamatan (rukyat) hilal. Tetapi bulan sabit pertama yang muncul itu tidak serta merta bisa dilihat (dirukyat) dengan mata kepala. Pada saat matahari terbenam, langit barat sebenarnya masih cukup terang akibat sisa cahaya matahari yang baru saja tenggelam di bawah ufuk. Bila posisi hilal sangat rendah - dekat dengan ufuk barat - atau dekat dengan matahari, cahaya lemahnya akan kalah oleh terangnya langit, maka hilal tidak akan bisa dilihat bahkan dengan alat optik paling canggih sekalipun. Diperlukan batas minimum tinggi hilal dan jarak bulan-matahari yang mana hilal bisa dilihat. Para ahli astronomi dan ilmu falak telah melakukan penelitian bertahun-tahun sehingga menemukan kriteria tertentu yang memungkinkan hilal bisa dilihat. Kriteria inilah yang disebut imkanur rukyat.
1. Versi Imkanur Rukyat Internasional
Imkanur rukyat adalah kriteria hisab yang bisa menghubungkan hisab dengan rukyat. Dengan hisab, fase bulan baru (new moon) yaitu saat konjungsi/ijtima' bumi-bulan-matahari bisa dengan mudah diketahui kapan terjadinya. Pada saat konjungsi, bulan berada pada fase paling gelap, sehingga disebut juga bulan mati. Setelah konjungsi, matahari yang bergerak lebih cepat dari bulan akan memunculkan bulan sabit pertama (hilal). Pada saat matahari terbenam setelah konjungsi itulah dilakukan pengamatan (rukyat) hilal. Tetapi bulan sabit pertama yang muncul itu tidak serta merta bisa dilihat (dirukyat) dengan mata kepala. Pada saat matahari terbenam, langit barat sebenarnya masih cukup terang akibat sisa cahaya matahari yang baru saja tenggelam di bawah ufuk. Bila posisi hilal sangat rendah - dekat dengan ufuk barat - atau dekat dengan matahari, cahaya lemahnya akan kalah oleh terangnya langit, maka hilal tidak akan bisa dilihat bahkan dengan alat optik paling canggih sekalipun. Diperlukan batas minimum tinggi hilal dan jarak bulan-matahari yang mana hilal bisa dilihat. Para ahli astronomi dan ilmu falak telah melakukan penelitian bertahun-tahun sehingga menemukan kriteria tertentu yang memungkinkan hilal bisa dilihat. Kriteria inilah yang disebut imkanur rukyat.
Label:
Falak
Kamis, 01 September 2011
Kesaksian Mustahil Rukyat Saudi Syawwal 1432
Oleh : Mutoha Arkanuddin
Pada 31 Agustus 2011
Ramadhan 1432 H telah berlalu dengan berbagai kesimpulan mengenai datangnya awal Syawwal 1432 H. Di Indonesia setidaknya terjadi beda penentuan awal Syawwal tahun ini dalam rentang 4 hari. Jamaah Naqsabandiyah Padang merayakan pada 29 Agustus, Muhammadiyah pada 30 Agustus, Pemerintah dan beberapa ormas seperti NU, Persis, PUI dan Al Irsyad tanggal 31 Agustus dan Jamaah Islam Aboge merayakannya pada 1 September.
Sementara di tingkat global penentuan 1 Syawwal hampir serentak dirayakan oleh negara-negara muslim dengan kebanyakan mengikuti keputusan Saudi yang menetapkan 1 Syawwal jatuh pada Selasa, 30 Agustus 2011 kecuali beberapa negara seperti Indonesia, Brunei Darussalam, Oman, Pakistan, Banglades, Libya, Afrika Selatan, Trinidad, Tobago, Inggris dan Australia. Penetapan Saudi tersebut konon berdasarkan pada laporan rukyat hilal pada Senin, 29 Agustus lalu oleh beberapa orang saksi yang telah disumpah padahal saat itu kedudukan hilal baru setinggi 0,5° di atas ufuk saat Matahari terbenam.
Pada 31 Agustus 2011
Ramadhan 1432 H telah berlalu dengan berbagai kesimpulan mengenai datangnya awal Syawwal 1432 H. Di Indonesia setidaknya terjadi beda penentuan awal Syawwal tahun ini dalam rentang 4 hari. Jamaah Naqsabandiyah Padang merayakan pada 29 Agustus, Muhammadiyah pada 30 Agustus, Pemerintah dan beberapa ormas seperti NU, Persis, PUI dan Al Irsyad tanggal 31 Agustus dan Jamaah Islam Aboge merayakannya pada 1 September.
Sementara di tingkat global penentuan 1 Syawwal hampir serentak dirayakan oleh negara-negara muslim dengan kebanyakan mengikuti keputusan Saudi yang menetapkan 1 Syawwal jatuh pada Selasa, 30 Agustus 2011 kecuali beberapa negara seperti Indonesia, Brunei Darussalam, Oman, Pakistan, Banglades, Libya, Afrika Selatan, Trinidad, Tobago, Inggris dan Australia. Penetapan Saudi tersebut konon berdasarkan pada laporan rukyat hilal pada Senin, 29 Agustus lalu oleh beberapa orang saksi yang telah disumpah padahal saat itu kedudukan hilal baru setinggi 0,5° di atas ufuk saat Matahari terbenam.
Label:
Falak
Kamis, 25 Agustus 2011
Koreksi Ketinggian Untuk Jadwal Shalat Maghrib
Tadi saya mendengarkan ceramah tentang penentuan 1 Syawal dari Pak Hendro Setyanto, anggota Badan Hisab Rukyat Jawa Barat. Di awal acara beliau menyampaikan tentang jadwal shalat. Beliau menunjukkan jadwal imsakiyah yang dikeluarkan oleh Kementrian Agama Jawa Barat sebagaimana gambar di bawah ini.
Label:
Falak
Sabtu, 20 Agustus 2011
Rahasia Tulisan Al-Qur'an
Beberapa hari yang lalu ada ceramah dhuhur bulan Ramadhan di Masjid Raya Habiburrahman, Bandung. Yang ceramah Ust. Saiful Islam Mubarok dari MAQDIS. Temanya tentang Al-Qur'an. Dibawah ini sebagian yang beliau sampaikan saya tuliskan kembali.
Coba kita perhatikan tulisan di mushaf Al-Qur'an dibawah ini.
Coba kita perhatikan tulisan di mushaf Al-Qur'an dibawah ini.
Label:
Al-Qur'an
Senin, 01 Agustus 2011
Idul Fitri 1432 yang Tidak Seperti Biasanya
Akhirnya pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1432 jatuh pada hari senin 1 Agustus 2011. Ketetapan ini sama dengan ketetapan Muhammadiyah dan Persis yang jauh-jauh hari sudah diumumkan di media masa. Demikian juga NU yang mengikuti hasil ketetapan pemerintah. Berarti tahun ini bisa dikatakan umat Islam Indonesia memulai bulan Ramadhan pada hari yang sama, kecuali beberapa kelompok kecil seperti penganut Islam Aboge.
Sedangkan untuk Idul Fitri 1 Syawal 1432 H, sebagaimana diberitakan di berbagai media, misalnya di harian Pikiran Rakyat tanggal 10 Juli 2011 (http://www.pikiran-rakyat.com/node/151383), ketetapan Muhammadiyah berbeda dengan Persis. Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1432 jatuh pada hari selasa 30 Agustus 2011, sedangkan Persis menetapkan 1 Syawal 1432 jatuh pada hari rabu 31 Agustus 2011. Tadinya, membaca berita ini saya tidak begitu heran. Sudah sering terjadi memang Muhammadiyah berbeda dengan pemerintah dan ormas lain dalam menetapkan kalender hijriyahnya. Saya baru terkejut ketika melihat kalender kerja perusahaan saya dan kalender di dinding rumah saya. Disitu tertulis Idul Fitri 1 Syawal 1432 H adalah hari selasa 30 Agustus 2011, berarti sama dengan ketetapan Muhammadiyah. Padahal seingat saya, kalau ada perbedaan antar ormas Islam di Indonesia dalam menetapkan Idul Fitri, pemerintah selalu berbeda dengan Muhammadiyah.
Sedangkan untuk Idul Fitri 1 Syawal 1432 H, sebagaimana diberitakan di berbagai media, misalnya di harian Pikiran Rakyat tanggal 10 Juli 2011 (http://www.pikiran-rakyat.com/node/151383), ketetapan Muhammadiyah berbeda dengan Persis. Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1432 jatuh pada hari selasa 30 Agustus 2011, sedangkan Persis menetapkan 1 Syawal 1432 jatuh pada hari rabu 31 Agustus 2011. Tadinya, membaca berita ini saya tidak begitu heran. Sudah sering terjadi memang Muhammadiyah berbeda dengan pemerintah dan ormas lain dalam menetapkan kalender hijriyahnya. Saya baru terkejut ketika melihat kalender kerja perusahaan saya dan kalender di dinding rumah saya. Disitu tertulis Idul Fitri 1 Syawal 1432 H adalah hari selasa 30 Agustus 2011, berarti sama dengan ketetapan Muhammadiyah. Padahal seingat saya, kalau ada perbedaan antar ormas Islam di Indonesia dalam menetapkan Idul Fitri, pemerintah selalu berbeda dengan Muhammadiyah.
Label:
Falak
Senin, 11 April 2011
Program Bantu untuk Menghafal Al-Qur’an
Dalam sebuh kajian STQ Masjid Raya Habiburrahman, Ustadz Suherman maupun Ustadz Abdul Aziz pernah memaparkan mengenai metode menghafal Al-Qur'an. Mulai dari metode membaca berulang, mendengar berulang, menulis berulang atau kombinasinya. Secara mendasar menghafal Al-Qur'an adalah kegiatan mengulang-ngulang bacaan.
Mengulang-ulang bacaan dengan membacanya adalah hal yang tak mugkin ditinggalkan, namun kadangkala mendengarkan bacaan Al-Qur'an juga diperlukan, terutama ketika sedang capek atau sibuk. Dalam menghafal Al-Qur'an dengan mendengarkan, kita bisa menggunakan mp3/kaset yang diputar di jalan atau di rumah.
Mengulang-ulang bacaan dengan membacanya adalah hal yang tak mugkin ditinggalkan, namun kadangkala mendengarkan bacaan Al-Qur'an juga diperlukan, terutama ketika sedang capek atau sibuk. Dalam menghafal Al-Qur'an dengan mendengarkan, kita bisa menggunakan mp3/kaset yang diputar di jalan atau di rumah.
Rabu, 01 Desember 2010
Masjid Al-Haram Virtual Tour
Saya punya foto-foto 3D Masjidil Haram dan tempat-tempat lain yang sering dikunjungi para jama’ah haji. Uniknya, foto-foto itu selain bisa diputar 360 derajat ke kanan-kiri-atas-bawah (panoramic), juga bisa dizoom diperbesar maupun diperkecil. Seolah-olah kita melakukan tour virtual ke tempat-tempat tersebut. Selain itu, foto-foto ini bisa berfungsi sebagai screen saver. Untuk lokasi Masjidil Haram ada 3 foto, lokasi lainnya bisa didownload di http://3dmekanlar.com/en/3d-saudi-arabia.html.
Foto-foto ini harus diinstal. Cara instalnya akan saya terangkan dibawah.
Foto-foto ini harus diinstal. Cara instalnya akan saya terangkan dibawah.
Label:
Software
Senin, 29 November 2010
KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Offline Gratis
Oleh: Ebta Setiawan
Setelah beberapa hari mengerjakan kamus ini Alhamdulillah akhirnya KBBI versi offline sudah jadi dan siap rilis. KBBI versi 1.1 ini merupakan versi offline dari KBBI Daring (edisi III) yang ada di Pusat Bahasa (http://pusatbahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/). Dibanding versi online Kamus ini mempunyai beberapa keunggulan, dan selain itu Kamus ini Gratis (freeware) dan bebas disebarluaskan dengan syarat tidak mengubah software.
Setelah beberapa hari mengerjakan kamus ini Alhamdulillah akhirnya KBBI versi offline sudah jadi dan siap rilis. KBBI versi 1.1 ini merupakan versi offline dari KBBI Daring (edisi III) yang ada di Pusat Bahasa (http://pusatbahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/). Dibanding versi online Kamus ini mempunyai beberapa keunggulan, dan selain itu Kamus ini Gratis (freeware) dan bebas disebarluaskan dengan syarat tidak mengubah software.
Label:
Software
Minggu, 28 November 2010
Hiduplah Laksana Seorang Pengembara
Disalin dari http://attanzil.wordpress.com/2008/09/18/hiduplah-laksana-seorang-pengembara/
Arba’in
-Imam An-Nawawi-
عَنْ ابْنِ عُمَرْ رضي الله عَنْهُمَا قَالَ : أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ : كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ . وَكاَنَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ : إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ . [رواه البخاري]
Dari Ibnu UmarJadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara. Lalu Ibnu Umar Shallallahu ‘alaihi wa sallam ma berkata : “Jika engkau di waktu sore, maka janganlah engkau menunggu pagi dan jika engkau di waktu pagi, maka janganlah menunggu sore dan pergunakanlah waktu sehatmu sebelum kamu sakit dan waktu hidupmu sebelum kamu mati”. HR. Bukhari
Nomor: 40
Label:
Hadits
Jumat, 26 November 2010
Belajar Ngeblog
Ini blog pertama saya. Ini tulisan pertama saya di blog ini. Ingin tahu lebih jauh tentang saya, klik disini.
Label:
Umum
_61.jpg)



