Sabtu, 20 Agustus 2011

Rahasia Tulisan Al-Qur'an

Beberapa hari yang lalu ada ceramah dhuhur bulan Ramadhan di Masjid Raya Habiburrahman, Bandung. Yang ceramah Ust. Saiful Islam Mubarok dari MAQDIS. Temanya tentang Al-Qur'an. Dibawah ini sebagian yang beliau sampaikan saya tuliskan kembali.

Coba kita perhatikan tulisan di mushaf Al-Qur'an dibawah ini.


Gambar diatas adalah tangkapan layar dari situs Tanzil Qur'an Navigator, alamatnya http://tanzil.net/#23:112. Untuk mendapatkan hasil diatas, jangan lupa opsi Quran disamakan dengan yang ada dalam lingkaran biru gambar diatas.

Coba kita perhatikan 3 lingkaran merah diatas. Di lingkaran pertama ternyata lafal qola menggunakan huruf alif, sedangkan lingkaran kedua dan ketiga tidak menggunakan huruf alif. Padahal cara membacanya sama. Apakah salah tulis? Tidak, memang begitulah aslinya. Ada beberapa rahasia dari perbedaan penulisan lafal qola diatas.
  1. Kita mengenal ada yang namanya qiro'ah sab'ah, yaitu 7 macam cara membaca Al-Qur'an yang diriwayatkan oleh 7 imam. Masing-masing imam punya 2 perowi, jadi total ada 14 bacaan. Yang biasa kita pakai adalah bacaan dari imam Hafsh yang diriwayatkan dari imam 'Ashim. Dari 14 bacaan itu, walaupun cara bacanya beda tapi tulisannya tetap sama. Salah satu yang beda cara bacanya untuk halaman mushaf Al-Qur'an pada gambar diatas adalah bacaan imam Khalaf dari imam Hamzah. Untuk lebih jelaskan silakan unduh dan dengarkan file MP3 berikut ini: https://sites.google.com/site/badruszaman/program/023_105-117.mp3. File ini aslinya saya unduh dari http://english.islamway.com/sindex.php?section=erecitorslist&iw_a=view&id=527, kemudian saya potong seperlunya. Dari file ini terdengar bahwa lafal qola pada lingkaran pertama dibaca qola, sedangkan pada lingkaran kedua dan ketiga dibaca qul. Kalau qola pada lingkaran kedua dan ketiga ada huruf alifnya, tentu tidak bisa dibaca qul. Itulah rahasianya, mengapa di lingkaran kedua dan ketiga tidak memakai huruf alif.
  2. Ini adalah bukti bahwa Rasulullah SAW tidaklah buta huruf. Kalau Rasulullah buta huruf tentu tidak bisa menunjukkan mana qola yang pakai alif mana yang tidak.(Waktu acara ceramah itu memang belum ada yang menanyakan arti kata ummiy yang selama ini sering kita pahami sebagai orang yang tidak bisa baca-tulis/buta huruf. Saya mencoba googling, ternyata banyak perbedaan pendapat tentang apakah Rasulullah bisa baca-tulis atau tidak. Yang pasti, Rasulullah tahu huruf-huruf Al-Qur'an.)
  3. Lafal qola umumnya memang menggunakan huruf alif. Yang ada di surat Al-Mu'minun ayat 112 dan 114 diatas adalah pengecualian. Di kedua ayat itu, lafal qola jelas lebih sedikit hurufnya, lebih pendek penulisannya. Mari kita lihat arti kedua ayat tersebut. Ayat 112: "Allah bertanya: 'Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?'". Ayat 114: "Allah berfirman: 'Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui'". Dengan penulisan lafal qola yang lebih pendek, kita bisa mengambil hikmah bahwa kita tinggal di bumi ini memang sangat sebentar. Masa hidup kita di dunia ini sangat-sangat pendek sekali, bila dibandingkan dengan masa hidup kita di alam akhirat yang tak terbatas nanti. Karena itu, seorang yang cerdas tentu tidak akan menggunakan hidup di dunia yang sebentar ini untuk hal-hal yang membuatnya mengalami kehinaan di akhirat nanti sebagaimana disebut di ayat 108: "Allah berfirman: 'Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.'". Mudah-mudahan Allah senantiasa melindungi kita dari fitnah dunia.
Itulah sebagian isi ceramah  Ust. Saiful Islam di Masjid Habiburrahman, semoga bermanfaat untuk kita semua.

2 komentar:

  1. kok setelah saya buka di http://tanzil.net#23:112 ada alifnya semua baik di ayat 112 dan 114, gimana ini ?

    BalasHapus
  2. Opsi Quran (di bagian kiri halaman) diset text Uthmani.

    BalasHapus